''Kenapa Aku Bertemu Dia? ...
Memang
ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya apabila kita
bertemu jodoh yang sebenar, masih ada rasa syukur kita pada
ketentuan-NYA.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat menjadi penilai yang baik.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita sedar bahawa kita hanyalah makhluk yang sentiasa mengharapkan pertolongan ALLAH.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat KASIH SAYANG YANG TERBAIK, KHAS UNTUK DIRI KITA.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita
sedar bahawa ALLAH MAHA PEMURAH & PENYAYANG kerana mengingatkan
kita bahawa dia bukanlah pilihan yg hebat untuk kita dan kehidupan kita
pada masa depan...
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan
orang yangg salah supaya kita dapat mengutip pengalaman yang tak semua
orang berpeluang untuk mengalaminya.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita jadi MANUSIA YANG HEBAT JIWANYA.
Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita
lebih faham bahawa CINTA YANG TERBAIK HANYA ADA BERSAMA ALLAH.
memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita LEBIH MENGENALI KEHIDUPAN YANG TAK SELAMANYA KEKAL...
PERCAYALAH sesungguhnya ALLAH malu untuk menolak permintaan hambaNYA
yang menadah tangan meminta dengan penuh pengharapan HANYA
kepadaNYA...
Aamiin ya Rabbal'alamin..
.. shared from Strawberry FB Fan Page ..
Kamis, 24 Januari 2013
Aku hanya ingin pasangan yang sederhana
"AKU HANYA INGIN PASANGAN YANG SEDERHANA"
Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.
Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.
Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-NYA.
Pasangan yang mengharapkan Surga-NYA.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhaan-Nya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.
Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya.
Seseorang yang berpedoman pada Kitab-Nya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.
Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.
Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.
Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.
Hanya satu keinginanku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri Sholehah
.. shared from Strawberry FB Fan Page ..
Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.
Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.
Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-NYA.
Pasangan yang mengharapkan Surga-NYA.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhaan-Nya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.
Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya.
Seseorang yang berpedoman pada Kitab-Nya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.
Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.
Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.
Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.
Hanya satu keinginanku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri Sholehah
.. shared from Strawberry FB Fan Page ..
Sabtu, 15 Desember 2012
Kuliah di Jurusan Teknik Informatika di Universitas Indraprasta PGRI
Teknik Informatika adalah suatu ilmu dan
teknik yang mempelajari tentang komputer antara hardware (perangkat keras) atau
pun software (perangkat lunak). Saya kuliah di Universitas Indraprasta PGRI dan
mengambil jurusan Teknik Informatika. Dan Teknik Informatika termasuk di dalam
Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FTMIPA).
Mengapa saya mengambil jurusan Tenik
Informatika? Sewaktu saya SMK, saya mengambil jurusan Teknik Informatika
Komersial. Jadi bisa dibilang, saya hanya melanjutkan sekaligus menggali lagi
ilmu yang belum saya dapatkan.
Ada beberapa mata kuliah di jurusan Teknik
Informatika yang ternyata tidak segampang
dengan pelajaran yang saya pelajari waktu di sekolah. Mungkin karena di
sekolah hanya diajarkan hal-hal dasarnya saja, jadi sewaktu kuliah ternyata
banyak sekali ilmu yang belum saya dapatkan.
Kuliah di jurusan Teknik Informatika itu
sebenarnya menyenangkan karena memang saya menyukai hal-hal tentang komputer,
sekaligus menyulitkan karena kita perlu mempunyai ide-ide yang kreatif agar
selalu bisa update hal-hal terbaru yang berhubungan dengan Teknologi.
Pengalaman saya kuliah di jurusan TI Unindra
adalah ketika belajar kelompok untuk yang kedua kalinya dirumah seorang teman
yang bernama Lusi. Mungkin karena kondisi nya pada saat itu sedang hujan dan
lokasi tempat tinggal yang tidak kami (saya dan teman-teman yang lain) ketahui
menjadi salah satu tantangan tersendiri untuk kami. Sebelumnya kami (Ihsan,
Tisnaedi dan Basuki) berkumpul di kampus untuk memulai perjalanan dan kondisi
pada saat itu sedang gerimis. Perjalanan terasa sangat panjang dikarenakan
kondisi lalu lintas yang kami lalui terjadi kemacetan. Selain kendala
kemacetan, kami pun sempat mengalami kehujanan dan tersesat untuk sampai ke lokasi
tujuan tempat tinggal Lusi.
Bukan hanya itu saja, pada saat itu pun keadaan
kami sedang melaksanakan ibadah puasa sunnah Muharram. Sungguh suatu perjalanan
yang penuh dengan tantangan untuk bisa sampai ke tempat tinggal Lusi.
Tetapi
rasa lelah, kedinginan serta khawatir akan kondisi stamina yang sedang berpuasa
seakan bangkit bersemangat lagi ketika telah sampai di rumah Lusi dan disambut
dengan keluarganya yang begitu baik. Seakan keluarganya mengerti apa yang ada
di dalam hati masing-masing dari kami.
Awalnya suasana pada saat belajar
kelompok dengan teman-teman sempat canggung dan agak kaku, mungkin karena masih
belum terlalu mengenal antara satu dengan yang lainnya. Tetapi seiring
berjalannya waktu, semua pun akhirnya mencair dan bersatu untuk menyelesaikan
tugas. Tak terasa waktu berputar begitu cepat dan siang pun telah berganti
malam, akhirnya kami berpamitan untuk meninggalkan tempat tinggal Lusi dengan
kondisi tugas yang telah selesai.
Nama: Siti Pandan Ubayanti
Kelas: S1B
NPM: 2012 43500 183
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia
Program Studi: Teknik Informatika
Sabtu, 01 Desember 2012
Kelas Daring (online) Bahasa Indonesia
Kegiatan saya saat ini dihabiskan dengan kerja dan kuliah. Kerja dari pukul
08.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Pulang kerja, saya pun langsung
berangkat ke kampus yang terletak di daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kampus
tersebut bernama Universitas Indraprasta PGRI. Perkuliahan jam pertama pun baru
di mulai sekitar pukul 18.30 yang artinya saya termasuk ke dalam kelas regular sore.
Dan saya pun termasuk Mahasiswa Teknik Informatika.
Dari delapan mata kuliah, salah satunya adalah
Mata Kuliah Bahasa Indonesia dengan dosen yang bernama Pak Randi Ramliyana. Awalnya
agak bingung juga karena apa yang harus dipelajari dari mata kuliah tersebut? Tetapi
setelah beberapa kali pertemuan, belajar Bahasa Indonesia itu ternyata
menyenangkan. Bukan hanya belajar tetapi mungkin bisa dibilang bermain. Karena beliau
termasuk dosen yang kreatif, beliau pun menambahkan sistem belajar mengajar
dikelas dengan sistem kelas daring (online).
Daring, apa sih daring? Daring adalah dalam jaringan. Jadi, kelas daring
(online) adalah kelas yang sistem belajar mengajarnya menggunakan jaringan online.
Perangkat yang digunakan pun bisa bermacam-macam. Bisa dengan laptop, komputer
atau bahkan hp. Yang terpenting adalah perangkat itu harus terhubung dengan
internet dan social media yang digunakan oleh beliau.
Perkuliahan semacam ini sangat bermanfaat untuk kami, Mahasiswa Teknik
Informatika kelas regular sore. Berhubung karena waktu belajar kami yang
singkat, jadi dengan kelas daring (online) ini bisa memudahkan kami apabila
jika suatu saat nanti kami tidak bisa masuk kelas (bertatap muka dengan dosen)
dan kami bisa mengikuti perkuliahan kelas daring (online) ini setiap minggunya
yang diadakan oleh beliau dan kami pun jadi bisa lebih leluasa menanyakan
masalah tugas dan lainnya tentang mata kuliah Bahasa Indonesia.
Nama: Siti Pandan Ubayanti
NPM: 201243500183
Kelas: S1B
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia
Program Studi: Teknik Informatika
Minggu, 25 November 2012
Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah
Sepucuk surat dari Ibu dan Ayah.
Anak ku,
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan
memiliki kesabaran untuk ku.
Suatu ketika aku memecahkan piring,
Atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatan ku
berkurang,
Aku harap kamu tidak memarahi ku.
Orangtua itu sensitive,
Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaran ku semakin buruk,
dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,
Aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli”
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.
Maaf anak ku,
Aku semakin tua.
Ketika lutut ku mulai lemah,
Aku harap kamu punya kesabaran untuk membantu ku bangun.
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih
kecil, untuk belajar berjalan.
Aku mohon jangan bosan dengan ku.
Ketika aku terus mengulangi apa yang aku katakan seperti
kaset rusak,
Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejek ku atau bosan mendengarkan ku.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin
sebuah balon ?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu
mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Maafkan juga bau ku,
Tercium seperti orang yang sudah tua,
Aku mohon jangan memaksa ku untuk mandi.
Tubuh ku lemah,
Orangtua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin.
Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu, karena kamu tidak ingin
mandi.
Aku harap kamu bisa sabar dengan ku ketika aku selalu rewel.
Ini semua bagian menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu
tua.
Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara.
Bahkan untuk beberapa menit.
Aku selalu sendiri sepanjang waktu,
Dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak berbicara.
Aku tau, kamu sibuk dengan pekerjaan.
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersama mu.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainan
mu.
Ketika saatnya tiba,
Dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit,
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.
Maaf
Kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan,
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,
Selama beberapa saat terakhir dalam hidup ku.
Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama,
Ketika waktu kematian ku datang,
Aku harap kamu memegang tanganku,
Dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.
Dan jangan khawatir,
Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta,
Aku akan berbisik pada-Nya,
Untuk selalu memberikan BERKAH pada mu,
Karena kamu mencintai Ibu dan Ayah mu.
Terima kasih atas segala perhatian mu, nak.
Kami mencintaimu,
Dengan kasih yang berlimpah,
Ibu dan Ayah.
sebuah goresan
Alasan saya membuat blog ini
adalah karena memang sebenarnya saya menyukai pekerjaan mengetik atau menulis. Apa
saja yang saya alami, saya liat dan saya baca, terkadang suka saya tuangkan di
dalam sebuah tulisan. Mungkin karena dari kecil, saya suka menulis di buku
harian makanya sampai sekarang saya masih suka menulis atau mengetik.
Tetapi karena aktivitas dan
rutinitas yang saya alami akhir-akhir ini menuntut saya untuk melakukan banyak
hal (bekerja dan kuliah) sehingga akhirnya saya tidak punya waktu untuk
mengetik.
Saya sadar, halaman saya ini
isinya terdiri dari beberapa tulisan hasil copy – paste forum sebelah. Tapi ada
beberapa tulisan yang hasil karya tulisan saya sendiri yang walaupun terkadang
bahasa yang saya gunakan masih jauh dari Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Dan mungkin karena saya suka
sekali membaca novel atau buku, saya pun sempat berpikir untuk membuat tulisan
atau cerita.
Saya pernah mencoba menuangkan
apa yang pernah saya alami ke dalam sebuah cerita, saya menyuruh beberapa orang
teman untuk membaca hasil cerita saya tersebut (walaupun ending dari cerita
tersebut masih belum jelas) dan reaksi mereka ternyata bagus. Mereka memberi banyak
masukan dan kritik agar saya bisa lebih mengembangkan tulisan saya tersebut. Tetapi
lagi-lagi karena faktor waktu yang saya alami, sampai sekarang akhir dari
cerita tersebut belum bisa saya selesaikan.
Sebenarnya sudah banyak tulisan
yang sudah saya tuangkan dalam sebuah cerita, tetapi entah mengapa setiap saya
ingin memulai untuk menyelesaikan cerita tersebut, rasa malas untuk
mengeluarkan ide-ide ke dalam sebuah tulisan itu sangat besar.
Sampai sekarang, masih banyak
hasil tulisan saya yang belum ada akhirnya. Dan saya pun selalu berharap, jika
suatu saat saya mempunyai waktu luang yang lebih banyak, saya akan mencoba
untuk menyelesaikannya dan berniat untuk mengirimkan cerita tersebut ke sebuah
majalah atau mungkin penerbit untuk bisa dipublikasikan ke orang banyak.
Menurut saya, menulis itu adalah pekerjaan
untuk mengungkapan sebuah perasaan yang saya alami pada saat itu dan mencoba untuk
menceritakan kembali ke dalam sebuah tulisan atau cerita. Dan tidak hanya itu
saja, menulis juga harus tau maksud dan tujuan dari tulisannya tersebut. Setidaknya
harus ada pesan yang bisa disampaikan ketika orang membaca tulisannya tersebut.
Mungkin bener kata Pak Randi
(dosen mata kuliah Bahasa Indonesia), tidak semua orang bisa berbicara dan menulis.
Ada beberapa orang yang pintar berbicara di depan umum tetapi dalam hal
menulis, dia tidak lah sepintar berbicara ataupun sebaliknya.
Saya pun senang ketika mendapat
tugas kuliah untuk membuat sebuah tulisan essai hasil karya sendiri apalagi ketika
disuruh membuat blog dan menceritakan hasil tulisan tersebut ke dalam sebuah
halaman blog karena akhirnya apa yang saya rasakan bisa saya tuangkan ke dalam
sebuah halaman blog dan semoga yang membacanya pun mendapatkan pesan apa yang
akan saya sampaikan.
Nama: Siti Pandan Ubayanti
NPM: 201243500183
Kelas: S1B
Program Studi: Teknik Informatika
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia
Senin, 19 November 2012
Kisah Jilbab Hati
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam…
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamualaikum, saudariku..”
“Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Wanita itu tersenyum.
“Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”
Wanita itu tersenyum lagi.
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka.” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu…tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ” Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”
Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.
Langganan:
Postingan (Atom)